Cara kerja mesin pengayak tepung adalah proses mekanis untuk memisahkan partikel tepung berdasarkan ukuran butirnya. Mesin ini membantu menghasilkan tepung yang lebih halus dan seragam. Alat ini sering digunakan oleh industri penggilingan, bakery, maupun UMKM bahan pangan.
Dalam pengolahan tepung, ukuran butir sangat menentukan kualitas produk akhir. Tepung yang seragam akan memengaruhi tekstur adonan dan hasil jadi makanan. Mesin ayakan membantu memisahkan partikel besar dari tepung halus agar siap diolah lebih lanjut.
Prinsip kerja perangkat ini relatif sederhana namun efektif. Dengan bantuan getaran dan gravitasi, partikel tepung mengalir melalui ayakan berpori. Hasil ayak dapat dibedakan sesuai tingkat kekasaran yang diinginkan.
Cara Kerja Mesin Pengayak Tepung

Mesin pengayak tepung dirancang untuk menyortir partikel tepung berdasarkan ukuran lubang saringan. Getaran mesin membantu memisahkan partikel halus dari partikel kasar. Dengan sistem ini, produktivitas ayakan menjadi lebih cepat dibanding ayakan manual.
Keunggulan mesin ini terletak pada kemampuan menyaring berbagai jenis tepung, mulai dari tepung terigu, beras, tapioka, hingga bahan serbuk lain yang memerlukan ukuran seragam. Kecepatan dan akurasi bisa disesuaikan dengan kebutuhan produksi.
Berikut merupakan tahapan cara kerja mesin pengayak tepung secara sistematis. Setiap langkah berperan penting dalam menghasilkan tepung yang berkualitas tinggi dan siap pakai dalam proses produksi makanan.
1. Pemasukan Tepung ke Hopper
Proses dimulai dengan memasukkan tepung ke dalam hopper atau corong penampung mesin. Tepung dapat dituang secara manual atau dengan sistem conveyor tergantung model mesin.
Hopper berfungsi menahan tepung sebelum disalurkan ke ayakan. Jumlah isi hopper disesuaikan agar tidak terlalu penuh. Aliran tepung yang stabil membantu proses ayak menjadi lebih efektif.
2. Getaran Awal dan Distribusi Tepung
Setelah tepung masuk ke hopper, motor penggerak mesin diaktifkan. Motor ini menciptakan getaran pada saringan. Getaran inilah yang membuat tepung bergerak menyentuh seluruh permukaan ayakan.
Distribusi getaran yang merata memaksimalkan kontak tepung dengan saringan. Partikel halus akan turun melalui pori-pori ayakan. Sementara partikel kasar tetap berada di atas saringan untuk dipisahkan.
3. Fragmentasi dan Pemisahan Partikel
Saat getaran bekerja, partikel tepung mengalami fragmentasi ringan sambil bergerak sepanjang permukaan ayakan. Tepung yang berukuran lebih kecil dari lubang pori akan jatuh.
Partikel yang tidak lolos saringan tetap berada di permukaan. Mesin yang baik akan terus mengayak hingga sebagian besar tepung halus terpisah dari yang kasar.
4. Penampungan Tepung Ayak Halus
Tepung yang lolos melalui lubang saringan terkumpul di ruang penampung bagian bawah. Ruang ini biasa disebut kolektor hasil ayak.
Kolektor biasanya dilengkapi wadah atau kantong untuk menahan tepung halus. Produk siap ambil dan dapat langsung dimanfaatkan untuk tahapan proses selanjutnya.
5. Pembuangan Partikel Kasar
Partikel yang tidak lolos ayakan akan berada di permukaan atas saringan. Pada beberapa model, bagian ini dapat dibuang langsung atau dikeluarkan secara otomatis ke saluran pembuangan.
Opsinya bergantung pada kebutuhan: bisa disaring ulang atau digunakan untuk produk lain. Kontrol aliran tepung kasar dapat memengaruhi hasil akhir produk.
6. Kontrol Getaran Kecepatan Mesin Pengayak Tepung
Beberapa mesin ayak dilengkapi tombol pengatur getaran atau kecepatan motor. Ini membantu menyesuaikan intensitas ayakan berdasarkan jenis tepung.
Pengaturan yang tepat bisa meningkatkan hasil ayak serta menjaga daya tahan mesin. Operator dapat menyesuaikan sesuai hasil yang diinginkan.
Kesimpulan Cara Kerja Mesin Pengayak Tepung
Cara kerja mesin pengayak tepung berjalan melalui proses pemasukan bahan ke hopper, distribusi getaran, fragmentasi, pemisahan partikel, hingga pengumpulan hasil. Sistem getar memastikan partikel halus tersaring dengan baik.
Dengan mesin ini, proses penyaringan tepung menjadi lebih cepat, rapi, dan konsisten. Ukuran butir tepung yang seragam membantu mutu produk pangan yang dihasilkan. Penggunaan mesin cocok untuk produksi kecil hingga industri menengah.
Penulis artikel pemula