Salah satu usaha budidaya yang tergolong memiliki kesulitan di atas rata-rata adalah metode budidaya udang air tawar. Karena pada dasarnya, akan butuh tenaga dan pikiran yang lebih untuk mengurus, apalagi memelihara hewan air.

Metode Budidaya Udang Air Tawar

1. Metode Budidaya Udang Air Tawar Kaki Putih (Vaname)

Udang Vaname adalah udang yang tinggal di kawasan sub-tropis. Jika dibudidayakan, tentunya akan memiliki prospek yang bagus.

Karena banyak kelebihan yang dimiliki udang vaname seperti daging yang empuk dan enak, dan proses budidaya yang relatif cepat.

Keunggulan udang vaname adalah pada tubuhnya yang memiliki kepadatan lebar dan tinggi, serta daya tahan tubuhnya hingga tahan terhadap goncangan lingkungan.

Disebabkan oleh morfologis udang vaname atau udang putih tidak jauh berbeda seperti udang pada umumnya.

Bagian kepala udang vaname yang menyatu dengan bagian dada (cephalothorax) terdiri dari 13 ruas (5 ruas di kepala dan 8 ruas di dada).

Sedangkan pada bagian badan dan abdomen terdiri dari 6 ruas serta sepasang anggota badan atau kaki renang. Bagian kepala udang dilindungi oleh cangkang meruncing yang disebut rostrum.

Udang vaname berasal dari perairan Amerika dan Hawai telah sukses dikembangbiakkan di berbagai negara di Asia termasuk Indonesia. Udang vaname merupakan salah satu spesies unggul yang mulai dikulturkan di berbagai tambak.

Meskipun prospeknya unggul, tetapi pembudidayaannya dapat dikatakan tidak mudah karena harus dilakukan dengan intens dan hati-hati.

Karena kolam anakan udang vaname harus selalu bersih, oksigen yang harus selalu terjaga selama 24 jam, dan lingkungan sekitar yang harus terjaga dari suhu ekstrim seperti panas atau hujan deras.

2. Giant Freshwater Prawn (Udang Galah)

Udang Galah termasuk dalam spesies Macrobrachium rosenbergii. Udang galah memiliki ciri-ciri fisik yang terlihat lebih besar dari jenis udang lainnya. Udang galah lebih sering ditemukan hidup di daerah perairan air tawar yang dangkal.

Udang galah termasuk dalam filum arthropoda kelas krustasea bangsa decapoda dan suku paleamonidae.

Udang galah umumnya ditemukan hidup di daerah perairan air tawar. Udang galah memiliki ciri khas yaitu memiliki kepala yang memiliki bentuk kerucut, restrum melebar pada bagian ujungnya.

Alat kelamin udang galah jantan terdapat pada pangkal kaki pada sebelah galahnya yang kelima. Bentuk udang galah memanjang dan melengkung ke atas.

Pada bagian atas udang galah terdapat gigi seperti gergaji yang menusuk ke depan dari kepalanya berjumlah dua belas buah dan bagian bawah sebelas buah.

Udang galah jantan umumnya memiliki ciri-ciri seperti tubuhnya yang besar dan kuat, serta mempunyai capit yang besar dan lebih panjang dari tubuhnya.

Bagian lainnya seperti perut memiliki ciri-ciri yang lebih ramping daripada udang galah betina. Kepala udang galah jantan cenderung terlihat lebih besar dibandingkan dengan udang galah yang betina.

Selain itu, udang galah juga terkenal dengan kandungan nutrisi yang lebih banyak jika dibandingkan dengan udang-udang lainnya untuk kebutuhan tubuh manusia. Berikut adalah beberaa kandungan nutrisi udang galah :

  • Vitamin A, B6, dan B12
  • Karbohidrat
  • Magnesium
  • Lemak
  • Kalori
  • Natrium
  • Kalium
  • Protein
  • Zat besi
  • Kalsium

Dengan banyaknya penggemar udang galah serta sistem adaptasi dan ketahanan daya tahan tubuh udang galah yang kuat, banyak sekali orang mencoba usaha budidaya udang galah.

Harga jual pasar udang galah dapat terbilang tinggi tergantung dari kualitas dan cara penjualalannya kepada konsumen tentunya.

3. Giant Tiger Shrimp (Udang Windu)

Soal rasa, udang windu terkenal enak. Namun, yang sangat disayangkan ialah varietas udang windu yang tidak tahan terhadap penyakit, seperti virus bintik putih atau white spot.

Seperti di Indonesia, pembudidayaan udang windu saat ini tidak berkembang lagi karena terserang berbagai macam penyebaran penyakit udang ganas yang diantaranya adalah white spot atau virus bintik putih.

Penambak udang di Indonesia saat ini lebih banyak memilih membudidaya udang vaname (Litopenaeus Vannamei). Selain dimasak, udang windu dapat diolah menjadi terasi, sarden, kerupuk dan olahan untuk makanan lainnya.

Ukurannya yang besar dapat mencapai 200-300 gram per ekor dengan panjang 33 cm didominasi oleh udang betina. Tentu hal itu akan semakin memuaskan ketika disantap, terlebih bersama saudara dan sahabat.

Seperti kebanyakan udang yang lain, kulit yang keras dan tebal melekat pada jenis udang satu ini. Ciri tubuhnya khas dengan loreng-loreng hitamnya.

Terdapat 2 jenis udang windu menurut warnanya, yaitu berwarna hijau kebiru-biruan dan warna hijau kemerah-merahan.

Tersedianya zat kapur dan fosfor, ditambah lagi kandungan lemak yang hanya 0,2 persen membuat udang rendah akan kolesterol dan menjadikan udang windu sebagai bahan pakan yang unggul.

Beberapa nama lain untuk udang windu di masyarakat meliputi udang harimau raksasa, udang harimau hitam, udang pemimpin, sugpo dan udang rumput.