Artikel kali ini akan membahas cara membuat minyak kelapa murni VCO. Namun sebelum kita melangkah lebih jauh, saya akan menjelaskan lebih dahulu apa itu minyak kelapa murni VCO.

Apa itu VCO? VCO adalah akronim dari Virgin Coconut Oil. VCO adalah jenis minyak kelapa dengan tingkat kemurnian dan kualitas paling baik diantara minyak kelapa yang ada.

Berdasarkan pendapat banyak orang, minyak kelapa murni VCO dianggap memiliki ratusan manfaat bagi kesehatan serta banyak kegunaannya untuk makanan maupun produk kosmetik.

Manfaat minyak kelapa murni VCO terhadap kesehatan serta ke-serbaguna-an-nya pada awalnya sangat populer di Filipina. Pada dasarnya, minyak VCO dibuat dari kelapa tua yang segar, tanpa penambahan bahan aditif atau pemrosesan kimiawi dalam bentuk apapun.

Pengekstrakan VCO dilakukan pada daging kelapa tua tanpa penggunaan temperatur tinggi, aditif, deodorisasi, pemutihan, atau proses kimiawi lainnya yang akan membuat minyak kelapa murni VCO menjadi tidak murni.

Seperti kita ketahui, proses membuat minyak kelapa murni VCO secara umum dilakukan dengan memarut daging kelapa tua, lalu memeras santannya, kemudian difermentasi selama kurang lebih 24-28 jam untuk memisahkan endapan dari minyaknya.

JENIS MINYAK KELAPA

Secara umum, terdapat 2 tipe minyak kelapa, yakni:

  • Virgin Coconut Oil (VCO) yang paling murni, sehingga warnanya transparan nyaris seperti air, VCO biasanya masih mengandung aroma manis kelapa. Minyak kelapa murni VCO ini juga memiliki khasiat medis yang luar biasa berkat kandungan anti-oksidannya yang tinggi.
  • Regular Coconut Oil atau RBD (Refined, Bleached, Deodorizedadalah minyak kelapa yang berwarna kuning dan digunakan untuk menggoreng. Biasanya proses pembuatannya dilakukan dengan menambahkan unsur kimia guna memurnikan (refined), memutihkan (bleached), serta mengharumkan (deodorized) agar menambahkan kandungan minyaknya.

Cara Membuat Minyak Kelapa Murni VCO

Terdapat 4 cara dalam membuat minyak kelapa murni VCO, yakni melalui metode basah, metode dingin, metode pemanasan, serta metode fermentasi. Simak penjabarannya berikut ini:

A.) Metode Basah

  1. Sebaiknya pilih kelapa yang tua atau yang kulitnya sudah terlihat coklat tua.
  2. Ambil daging kelapa dari tempurungnya. Kupas kulit tipisnya yang berwarna coklat jika diinginkan.
  3. Potong daging kelapa menjadi kecil-kecil seukuran kira-kira 1/2cmx1/2 cm.
  4. Jika sudah selesai, masukkan potongan daging kelapa kedalam blender. Nyalakan blender dengan kecepatan sedang, kalau perlu tambahkan sedikit air untuk membantu menghaluskan.
  5. Keluarkan hasil blenderan kelapa, saring menggunakan kain penyaring yang halus.
  6. Sedikit demi sedikit bungkus bubur kelapa dengan kain saringan, lalu peras kedalam jar atau botol penyimpanan.
  7. Diamkan jar selama 1×24 jam dalam keadaan tertutup, dan hasilnya dadih akan naik dan berkumpul dibagian atas jar. Untuk cepatnya bisa menggunakan kulkas, atau kalau tidak letakkan diruangan yang sejuk.
  8. Buka penutup jar, ambil dadih yang mengumpul diatas dan buang. Sisanya itu adalah Virgin coconut oil yang sudah siap digunakan.

B.) Metode Dingin

  1. Ambil kelapa yang sudah dikeringkan(bukan parutan kelapa), bisa diperoleh ditoko.  Atau bisa mengeringkan sendiri kelapa yang masih segar menggunakan alat pengering – bisa menggunakan oven dengan suhu paling rendah selama 8 jam atau sampai daging kelapa yang sebelumnya sudah dipotong-potong kecil kering.
  2. Proses kelapa kering seluruhnya dengan juicer dengan cara sedikit demi sedikit, karena jika langsung banyak sekaligus bisa menyumbat. Ulangi proses sekali lagi sampai minyak benar-benar keluar seluruhnya.
  3. Simpan minyak hasil ekstraksi kelapa kering dengan juicer tadi kedalam botol tertutup selama 24 jam.
  4. Sesudahnya, minyak kelapa murni akan naik ke bagian atas, sementara sisanya akan mengendap di dara botol. Pisahkan minyak dengan krim sisa menggunakan sendok, simpan kedalam wadah yang lain.

C.) Metode Memanaskan

  1. Kedalam panci, masukkan 4 gelas air. Gunakan api sedang sampai air mengepulkan uap.
  2. Ambil daging dari 2 butir kelapa yang sudah tua betul, kemudian diparut.
  3. Masukkan parutan kelapa kedalam blender, lalu tuangkan air yang sudah panas tadi. Tutup blender, dan proses sampai parutan kelapa dan air membentuk halus atau menjadi bubur. Hati-hati, pegang blender dengan kuat serta jangan diisi penuh. Jika blender terlalu kecil atau tidak muat, bisa dilakukan bertahap.
  4. Saring bubur kelapa yang sudah siap menggunakan kain penyaring halus, gunakan spatula untuk menekan-nekan sampai cairan santan benar-benar keluar semua.
  5. Rebus air kelapa kedalam panci di atas kompor dengan api sedang sampai tinggi. masak hingga mendidih dan menguap sambil terus diaduk-aduk. Lakukan sampai berubah warna kecokelatan dan bubuk terpisah dari minyaknya. Bersabarlah karena porses ini bisa lumayan lama, yaitu sampai 2 jam.
  6. Jika Anda menginginkan tidak sampai mendidih, Anda bisa memisahkan antara krim dan minyak sendiri. Tempatkan cairan kedalam mangkuk dan menutupnya dengan plastik.
  7. Biarkan pada suhu kamar selama 24 jam, kemudian simpan di lemari es sampai minyak memadat dan mengapung ke atas. Saring minyak untuk memisahkannya dengan air.

D.) Metode Fermentasi

  1. Pembuatan santan dari buah kelapa yang sudah tua. Kelapa dikupas dengan cara memisahkan antara daging buah dengan kulit sabut dan tempurungnya, lalu airnya dibuang. Daging kelapa yang sudah dikupas ditempatkan di dalam satu wadah dan siap untuk diparut.
  2. Kelapa diparut dan dikumpulkan dalam wadah yang cukup besar, agar hasil parutan tidak berhamburan. Agar didapat hasil yang optimal, pemarutan kelapa bisa dilakukan dengan mesin parut kelapa.
  3. Kemudian dilakukan proses pemisahan krim santan dari santan kelapa yang diperoleh dengan cara mendiamkan santan tersebut selama dua jam.
  4. Krim kemudian diambil dan ditempatkan dalam suatu wadah yang transparan.
  5. Kemudian ditambahkan dengan papain kasar sesuai perlakuan, sambil dilakukan pengadukan secara perlahan.
  6. Pengadukan dilakukan terus hingga campuran tersebut benar-benar homogen, pengadukan dilakukan kurang lebih selama 20 menit.
  7. Campuran tersebut kemudian ditempatkan dalam suatu inkubator yang sudah diset pada suhu 400C.
  8. Inkubasi dilakukan selama 12 jam, selama waktu inkubasi campuran tersebut akan mengalami pemisahan menjadi tiga bagian. Bagian paling atas adalah Virgin Coconut Oil, bagian tengan berupa ampas (blondo), dan bagian paling bawah adalah air.
  9. Bagian paling atas yaitu Virgin Coconut Oil diambil secara perlahan agar tidak bercapur lagi dengan blondo dan air, kemudian dilakukan proses penyaringan dengan menggunakan peralatan penyaringan seperti pada proses penyaringan pada pembuatan Virgin Coconut Oil dengan pemancingan.
  10. Virgin Coconut Oil yang diperoleh kemudian dikemas dalam botol dari kaca atau plastik

Kira-kira begitulah cara membuat minyak kelapa murni VCO. Jangan lupa juga baca artikel berikut ini: