Jarak tanam kelapa –  kelapa hibrida merupakan jenis kelapa yang merupakan hasil persilangan dari kelapa genjah dan kelapa dalam yang bertujuan untuk menghasilkan varietas kelapa yang lebih unggul.

Kelapa hibrida memiliki pohon yang tidak terlalu tinggi, namun buah kelapa yang dihasilkan pun cukup banyak. Oleh karena hal itu banyak orang yang mencoba untuk melakukan budidaya kelapa hibrida ini.

 

Jarak Tanam Kelapa dan Proses Perawatan Tanaman!

Syarat Tumbuh

Kelapa dapat tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian 0-450 mdpl dengan memiliki curah hujan sekitar 1300-2300 mm/tahun serta memiliki suhu ideal sekitar 20°C-27°C.

Tanah yang baik untuk digunakan menanam kelapa adalah jenis tanah vulkanik, berpasir, liat, berbatu, serta aluvial dengan pH tanah sekitar 5 hingga 8.

Persiapan Bibit Kelapa Hibrida

Pilihlah bibit yang berkualitas baik. Pilih bibit kelapa yang berasal dari pohon induk yang sudah berumur 20 hingga 40 tahun. Memiliki batang yang kuat dan lurus, terbebas dari hama penyakit serta memiliki produktivitas yang tinggi.

Kelapa yang bagus untuk dijadikan benih adalah buah yang telah berumur sekitar 12 bulan. Memiliki bentuk bulat atau lonjong dengan ukuran 22cm-25cm untuk panjangnya dan 17 cm-22cm untuk lebarnya.

Kulit buahnya licin, halus dan berwarna coklat. Punya kandungan air yang tinggi apabila kelapa digoyangkan atau dikocok.

 

Baca: Budidaya Kelapa Hibrida! Begini Caranya!

Penyemaian Bibit Kelapa Hibrida

Untuk buah yang akan dijadikan benih bibit telah siap maka simpan dahulu kelapa tersebut kurang lebih 1 bulan. Setelah itu barulah lakukan penyemaian benih bibit.

Penyemaian bibit dapat dilakukan dalam bedengan. Untuk bedengan maka sebelumnya tanam lahan semai di gemburkan dahulu dengan cara dicangkul sedalam 30-40 cm.

Kemudian buat bedengan dengan ukuran 2 meter untuk lebarnya dan 25 cm untuk tingginya dan jarak antar bedengan di buat 60-80 cm.

Selanjutnya lakukan pendederan dengan cara menyayat benih bibit dengan lebar sekitar 5 cm pada tonjolan sabut sebelah tangkai dengan menggunakan pisau atau yang lainnya.

Selanjutnya tanam benih bibit di dalam bedengan hingga mecapai 2/3 bagian, posisi sayatan berada di atas. Setelah benih bibit bertunas dengan panjang kurang lebih 3-4 cm, kemudiah benih dipindahkan ke polybag.

Perawatan Bibit Penyemaian

Ketika proses pembibitan berlangsung, lakukan perawatan berupa penyiraman dengan cara di gembor secara rutin 2 kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari.

Jangan lupa untuk memberian insektisida atau fungisida, hal ini berguna agar bibit tidak terserang hama penyakit. Lakukan juga penyiangan gulma dalam waktu sebulan sekali atau dengan cara menyemprotkan herbisida.

Lakukan pemupukan menggunkan pupuk NPK dan Magnesium setiap sebulan sekali. Serta lakukan pula penyeleksian bibit. Apabila telah bertunas dan telah berumur sekitar 5 bulan hingga 12 bulan, maka bibit tersebut dapat dipindahkan ke lahan tanam.

Persiapan Lahan Tanam

Jangan lupa untuk melakukan pengolahan lahan tanam sekitar 1-2 bulan sebelum tanam, bersihkan lahan tanam dari tanaman penggangu.

Selanjutnya lakukan penggemburan tanah dengan menggunakan cangkul, jika tanah pada lahan memiliki keasaman yang tinggi maka lakukan pengapuran.

Buat lubang tanamnya dengan ukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm hingga 100 cm x 100 cm x 100 cm dengan jarak tanam kelapa antar lubang sekitar 9 m x 9 m x 9 m.

Setelah lubang tanam tersebut jadi, beri setiap lubang tanam dengan 300 gram pupuk TSP yang dicampur dengan bagian top soil.

Penanaman Kelapa

Setelah semua siap maka selanjutnya lakukan penanaman. Buka polybag kemudian mulai tanam bibit kelapa dengan hati-hati jangan sampai akarnya rusak.

Kemudian masukkan bibit pada lubang tanam yang sudah disiapkan. Untuk ukuran 1 hektar lahan dengan jarak tanam 9x9x9 meter dibutuhkan sekitar 160 batang bibit yang 17 diantaranya adalah bibit untuk penyulaman.

 

Baca Juga: Cara Menghasilkan Kelapa Hibrida Berkualitas!

Perawatan Tanaman Kelapa Hibrida

Penyulaman

Lakukan penyulaman pada bibit kelapa yang mati atau tumbuh tidak sempurna dengan diganti bibit yang baru.

Penyiangan

Lakukan penyiangan pada gulma atau tanaman pengganggu lainnya secara rutin yaitu setiap sebulan sekali pada musim hujan dan sekitar 6 minggu-2 bulan sekali pada musim kemarau atau juga penyiangan tersebut dilakukan dengan melihat frekuensi gulma yang ada.

Pengairan

Pengairan maupun penyiraman harus dilakukan setiap 2-3 hari sekali. Lakukan hal tersebut pada sore hari.

Pemupukan

Pemupukan lanjutan ini dilakukan setelah tanaman kelapa sudah mencapai umur 1 bulan setelah tanam.

Tanam menggunakan pupuk urea dengan tingkat dosis 100 gram/pohon serta untuk pemberian pupuk tersebut dilakukan dengan cara di sebar pada jarak 15 cm dari pangkal batang kelapa.

Pemupukan ini dilakukan 2 kali dalam setahun, yakni pada akhir musim hujan (antara bulan april – mei) serta awal musim hujan (antara Oktober – November).