Filosofi kopi gayo– kopi yang tidak disangka-sangka ternyata memiliki sesuatu yang unik.

Fenomena ini ditangkap dengan baik oleh pelaku film dan keluarlah film “Filosofi Kopi” yang diangkat dari novel Dewi Lestari yang berjudul sama. Film ini relatif sukses di pasaran dan terutama sekali di kalangan penggemar Kopi.

Di Film ini Gayo sempat disebut dan diposisikan dengan cukup terhormat. Perkenalan ini membuat Gayo sebagai produsen kopi berkualitas jadi lumayan dikenal, meski tentu saja perkenalan. sepintas lalu ini tidak cukup memadai untuk memberikan efek yang sama seperti yang diberikan Laskar Pelangi terhadap Belitung. Tapi seharusnya, ini bisa menjadi titik awal untuk mengembangkan pariwisata Gayo dengan berbasis Kopi.

 

Istimewa Kopi Gayo

Sebab Kopi sebagai daya tarik wisata terbilang istimewa karena memiliki efek berganda, tidak seperti terumbu karang atau taman nasional misalnya. Kalau terumbu karang, supaya tetap indah dan menarik wisatawan.

Ikan-ikan di sana tak boleh lagi ditangkapi, begitu juga taman nasional, kalau ingin dijadikan lokasi wisata, pohon-pohonnya tak boleh ditebangi dan hewannya tak boleh diburu. Sehingga nilai ekonomi dari Ikan dan Kayunya menjadi Nol.

Sementara kopi tidak begitu, eksploitasi tetap, ekspor kopi tetap, bahkan ada kemungkinan dalam skala kecil harga meningkat karena dijual sebagai souvenir. Tapi, tanpa mengurangi pendapatan dari hasil langsung kopi, sumber ekonomi tambahan ikut terbuka.

Tahun ini, terdengar kabar kalau “Filosofi Kopi” dibuat sekuelnya. Bisa dibayangkan seandainya, Gayo masuk menjadi salah satu tempat syutingnya. gambar-gambar indah yang tampil berdasarkan arahan Angga akan menimbulkan kesan mendalam dan membuat orang berminat datang ke Gayo.

Yang patut disayangkan dari peristiwa ini adalah tidak cepat tanggapnya pemegang kebijakan pariwisata di Aceh melihat potensi ini. Kenapa jika semua mendengar akan perfileman tidak ada yang mengajukan dirinya.

Padahal kita semua tahu, Aceh sebelumnya berani mengeluarkan dana tidak sedikit untuk promosi wisatanya. Salah satunya dengan pembuatan film promosi “Light of Aceh” yang berbiaya besar.

untuk selengkapnya ada di kopi arabika gayo