Berikut ini saya akan memberikan anda contoh cara membuat kerajinan dari bambu dalam bentuk air mancur, atau kerennya water fountain. Pastinya dengan memiliki air mancur dari bambu di rumahmu akan memberikan suasana yang mendamaikan dan indah.

Sebagai bahan dasar dari tanaman, bambu memiliki kegunaaan yang sangat beragam. Bambu menjadi material yang sangat umum digunakan sehari-hari dimanapun di dunia ini.

Contoh Cara Membuat Kerajinan dari Bambu dalam Bentuk Air Mancur

Salah satu contoh cara membuat kerajinan dari bambu adalah air mancur.  Air terjun dari bambu biasanya sering kali, bahkan hampir seluruh rumah penduduk masyarakat Jepang memilikinya.

contoh cara membuat kerajinan dari bambu 2

Tenyata fungsi lain dari hiasan air terjun dari bambu ini memberi kesan sejuk alami, dan menenangkan pikiran  akan sangat baik dan indah apabila dikombinasikan dengan tanaman bunga atau tanaman hijau lainnya.

Pengerjaan air mancur dari bambu ini hanya satu dari sekian contoh cara membuat kerajinan dari bambu untuk memperindah rumahmu. Untuk referensi kerajinan dari bambu lainnya bisa kamu baca di tautan barusan.

Bahan yang Perlu Disiapkan dalam Contoh Cara Membuat Kerajinan dari Bambu

Untuk konstruksi air mancur dari bambu yang akan kita buat, akan diperlukan bahan-bahan seperti berikut ini:

  • Batang bambu dengan diameter 5-7 cm sepanjang 1 – 1,3 m
  • Tiang bambu (untuk penyangga) dengan diameter 1-2 cm sepanjang 40-50 cm
  • Tali ijuk aren secukupnya (untuk pengikat)
  • Pipa PVC dengan diameter 5-7 cm
  • Pompa air listrik (untuk mengalirkan air)

Langkah-langkah Cara Membuat Air Mancur dari Bambu

contoh cara membuat kerajinan dari bambu 3

Silahkan simak contoh cara membuat kerajinan dari bambu dalam bentuk air mancur di bawah ini dengan seksama:

  1. Potong bambu hitam/wulung/ater dengan diameter 5-7 cm sepanjang 60-70 cm sebanyak 4 buah dan sepanjang 45-55 cm sebanyak 2 buah. Pastikan bahwa bagian teratas dan terbawah dari batang bambu yang akan berfungsi sebagai tiang ini tertutup oleh ruas.
  2. Potong bambu diameter 1-2 cm sepanjang 40 dan 50 cm untuk bambu penyangga.
  3. Potong bambu diameter 5-7 cm untuk buluh air sepanjang 1 m dan 1,3 m. Pada salah satu ujung masing-masing bambu, potonglah menyilang seperti bentuk bambu runcing.
  4. Untuk bambu buluh air ukuran 1 m, lubangi ruas-ruas di dalam batang bambunya agar bisa dilalui air. Demikian juga bagian akhir ruasnya, agar dapat disambung dengan pipa PVC.
  5. Sementara untuk bambu buluh air ukuran 1,3 m, lubangi ruas-ruasnya agar dapat menampung air, tetapi bagian dasarnya biarkan tetap tertutup oleh ruas.
  6. Ambil dua potongan bambu panjang 60-70 cm/bambu tiang, kemudian buat lubang menembus pada posisi 15-20 cm dihitung dari bagian atas bambu. Sesuaikan besar lubang dengan diameter bambu untuk penyangga.
  7. Ukuran lubang harus lebih besar sedikit dari diameter bambu penyangga, agar bambu buluh air bisa bergerak bebas.
Mulailah merangkai bahan-bahan yang sudah diolah tadi..
  1. Pasang bambu yang sudah dilubangi tadi berjajar di atas batu dengan bantuan semen. Jarak antaranya kurang lebih 30 cm. Pastikan lubang-lubang pada bambu berada pada posisi sejajar.
  2. Sisipkan bambu penyangga panjang 40 cm menembus mulai dari bambu tiang pertama, bambu buluh air ukuran 1,3 m dan berakhir di bambu tiang kedua.
  3. Buat ikatan dengan tali ijuk untuk menyatukan bambu penyangga dan bambu buluh air.
  4. Ambil bambu tiang ukuran 45-55 cm dan bambu penyangga ukuran 50 cm. Pasang bambu tiang berjajar dan bambu penyangga melintang di tengahnya pada posisi 15-20 cm dihitung dari bagian atas bambu. Ikat dengan menggunakan tali ijuk.
  5. Lekatkan konstruksi ini pada batu kali dengan sedikit semen dan posisikan objek ini di belakang susunan bambu buluh air ukuran 1,3 m.
  6. Ambil dua batang bambu tiang ukuran 60-70 cm yang tersisa. Posisikan bersilangan kemudian lekatkan bagian bawahnya ke batu alam dengan bantuan semen.
  7. Letakkan buluh air ukuran 1 m di antara bambu bersilang tadi. Ikat dengan tali ijuk agar posisinya kokoh. Posisikan susunan ini di depan susunan bambu buluh air ukuran 1,3 m dengan ujung-ujung bambu buluh air saling berhadapan.
  8. Sambung pangkal bambu buluh air ukuran 1 m dengan pipa PVC dan hubungkan dengan pompa air. Pastikan bahwa Anda memilih pompa air yang ukurannya sesuai dengan debit air yang akan Anda alirkan. Sebaiknya pompa air diletakkan di atas permukaan tanah agar mudah perawatannya. Untuk menyamarkan, Anda bisa menanam tanaman hias semak di sekitarnya.
  9. Untuk memperkuat bambu, lapisi bambu dengan cat clear coating untuk batu alam.

Nah, mudah bukan? Kalau kamu tertarik dengan contoh cara membuat kerajinan dari bambu lainnya, kamu bisa coba cek cara membuat lonceng angin dari bambu atau lampu hias dari bambu. Selamat mencoba!