Cara Mengekstrak Bawang Putih – Bawang putih dapat digunakan sebagai bumbu utama pada berbagai masakan karena aromanya yang khas. Aroma khas tersebut karena adanya zat aktif (Allicin) pada bawang putih.

Zat Allicin bersifat volatil sehingga bila penanganannya salah maka dapat menyebabkan pembusukan/kerusakan. Untuk mengawetkan bawang putih yaitu dengan cara di keringkan.

Selain ampuh sebagai bumbu masak, bawang putih ternyata selain untuk bumbu masak juga ampuh untuk menangkal beberapa jenis penyakit. Sampai saat ini, bawang putih tetap eksis digunakan baik sebagai obat maupun tambahan makanan.

Ada satu cara lagi yang bisa digunakan untuk mengatasi kerusakan pada bawang putih segar. Yakni dengan membuatnya menjadi tepung bawang atau bawang putih bubuk.

Yuk kunjungi artikel ekstrak bawang putih ini

 

Cara Membuat Ekstrak Bawang Putih

Resep Mengekstrak Bawang Putih

Cara Membuat Ekstrak Bawang Putih :

  1. Kupas bawang putih
  2. Lalu iris bawang putih setipis mungkin
  3. Panaskan oven dengan suhu sekitar 150 derajat
  4. Sambil menunggu oven panas, lalu bawang putih yang sudah di iris letakan ke atas loyang dan ratakan. Jangan sampai tertumpuk-tumpuk, bertujuan biar bawang putih cepat mengering
  5. Panggang bawang putih sekitar 4 -5 jam dan cermati, sehingga bawang putih kering sempurna. Cek bawang putih jangan ada yang gosong
  6. Jika sudah benar-benar kering keluarkan, walau belum sampai 4 jam
  7. Selanjutnya blender bawang putih yang sudah kering dan tidak gosong sampai halus
  8. Lalu saring bawang putih yang sudah di blender
  9. Jika masih ada yang belum halus, lalu di blender lagi sampai halus
  10. Selanjutnya simpan bubuk bawang putih kedalam botol kaca dan tutup rapat biar kedap udara. Dan siap untuk digunakan

 

Kandungan Dalam Bawang Putih

Kandungan Kimia Didalam Bawang Putih

Bawang putih mengandung sulfur, sulfur merupakan suatu komponen penting yang terkandung dalam bawang putih. Adapun komponen sulfur berupa alliinallicinajoeneallylpropyl disulfide, dialil trisulfida, s-alilcysteinevinyldithiiness-alilmercaptocystein dan lain-lain.

Selain sulfur kandungan bawang putih lainnya adalah berupa enzim alliinase, peroksidase, myorosinase, asam amino berupa arginine; komponen lain seperti selenium, germanium, tellurium dan mineral lainnya.

 Allicin yang terkandung dalam bawang putih mampu menghambat pertumbuhan bakteri pada tubuh.Senyawa yang diduga berperan sebagai antibakteri adalah senyawa Thiosulfinates, misalnya adalah allicin.

Allicin akan terbentuk ketika alliin [(+)-(S)-alil-L-cysteine-sulfoxide] secara enzimatis diubah oleh enzim alliinase ketika bawang putih dicincang, dihancurkan, maupun dikunyah. Gabungan alliin dengan enzim alliinase akan terbentuk dengan adanya air.

Senyawa ini tidak stabil dan mengalami reaksi dehidrasi karena disebabkan oleh pyridoxal phosphate dan bertransformasi menjadi allyl sulfenic acidpyruvic acid, dan amonia. Allyl sulfenic acid merupakan senyawa yang tidak stabil dan sangat cenderung pada suhu ruangan.

Dengan reaksi eliminasi air, maka dua molekul allyl sulfenic acid mengalami kondensasi secara spontan atau langsung menjadi allicin. Ekstrak bawang putih itu mengandung tanin, alkaloid, dan saponin, alkaloid umum terkandung pada berbagai bahan makanan.

Beberapa jenis tumbuhan yang mengandung lebih dari 50 macam alkaloid antara lain dari suku Liliaceae, bawang putih termasuk dalam suku Liliaceae yang kaya akan kandungan alkaloid didalamnya.

Yuk kunjungi artikel cara membuat tepung maizena ini