Untuk mengetahui cara membuat pupuk organik padat, kita harus tahu dulu jenis-jenis pupuk organik. Pada dasarnya, pupuk organik terbagi 2, yakni pupuk organik padat dan pupuk organik cair.

Tapi untuk artikel kali ini, kita akan fokus ke cara membuat pupuk organik padat

Mengapa Mencoba Cara Membuat Pupuk Organik Padat?

Aplikasi organik padat akan memberikan tambahan unsur-unsur kimia dalam tanah baik makro maupun mikro, yang sangat dibutuhkan tanaman. Selain itu, daya serap tanaman terhadap unsur hara juga meningkat,

Karena pupuk organik mampu menjaga kelembaban tanah, sehingga pelarutan unsur hara dapat berjalan dengan baik. Pertumbuhan akar juga menjadi sempurna.

Pemberian pupuk organik akan meningkatkan kegemburan tanah, sehingga perakaran tanaman akan mudah menembus struktur tanah yang remah. Dari segi keragaman biologi, pupuk padat juga mampu menyediakan material organik yang sangat dibutuhkan sebagai sumber energi bagi aktivitas mikroorganisme tanah.

Bahan yang Dibutuhkan dalam Cara Membuat Pupuk Organik Padat

Untuk membuat pupuk organik padat, ada beberapa bahan yang kita perlukan, seperti di bawah ini:

  • Pupuk kandang dari kotoran kambing
  • Sisa-sisa potongan rumput
  • DSA (Decomposer Super Active)
  • Air secukupnya

Kira-kira hanya itulah bahan yang dibutuhkan. Sederhana bukan? Disini air dibutuhkan untuk melembabkan bahan-bahan yang akan kita olah nanti.

Untuk kotoran kambing yang digunakan bukanlah kotoran kambing yang masih baru atau segar, melainkan kotoran kambing yang sebelumnya sudah didiamkan atau diendapkan selama kurang lebih 2 minggu.

Sebelumnya, kamu bisa baca dahulu cara membuat pakan ternak kambing dari bahan organik, guna menghasilkan kotoran kambing dengan kualitas yang lebih baik untuk pupuk organik.

Untuk rasio bahan dasar yakni kotoran kambing dan sisa-sisa potongan rumput adalah 2:1. Dua untuk kotoran kambing dan satu untuk sisa-sisa potongan rumput. Sedangkan untuk DSA harus dilarutkan dengan perbandingan 1 liter DSA diencerkan dengan 50 liter air.

Cara Membuat Pupuk Organik Padat

  1. Pertama-tama campurkan pupuk kandang dan pupuk organik dalam satu bak/wadah.
  2. Masukkan sisa potongan rumput yang sudah dicacah ke dalam bak. Isi bak hingga setinggi sekitar 20cm.
  3. Selanjutnya, timpa lapisan potongan rumput tadi dengan kotoran kambing.
  4. Setelah itu, siram DSA ke dalam bak secara merata.
  5. Apabila lapisan pertama sudah selesai, timpa lagi diatasnya dengan urutan poin 2 sampai poin 4.
  6. Ulangi poin 5 hingga bahan habis terpakai.
  7. Tuang sisa larutan DSA ke dalam bak.
  8. Jika bahan sudah habis terpakai, tutup permukaan bak menggunakan plastik hitam, lalu diatas plastik hitam tutup lagi dengan lembaran kayu agar plastiknya tidak terbuka.
  9. Diamkan selama satu minggu.
  10. Setelah satu minggu, penutup bak kita buka, lalu pupuk kita aduk menggunakan sekop/cangkul, guna memastikan bahwa kelembapan di setiap lapisan merata.
  11. Jika masih ada bagian yang terlihat belum lembap, maka cukup disiram dengan air dan diaduk kembali.
  12. Sehabis itu, bak ditutup lagi dan pupuk didiamkan lagi selama 1 minggu.
  13. Ulangi poin 11 dan 12 selama 3 minggu.
  14. Setelah minggu ke-3, popok kompok organik padat sudah siap digunakan.

Indikasi Cara Membuat Pupuk Organik Padat Berhasil Beserta Tips

Indikasi bahwa pupuk organik padat sudah dapat digunakan, yakni warna pupuk menjadi lebih hitam/gelap. Kemudian tekstur kotoran kambing sudah tidak ada lagi karena sudah hancur terurai.

Kalaupun teksturnya sudah bulat menyerupai kotoran kambing, biasanya apabila pupuk sudah mantap, bentuk bulat tadi digenggam pun sudah langsung hancur. Selain itu, suhu pupuk juga sudah mendingin.

Cara membuat pupuk organik padat yang berhasil biasanya menghasilkan pupuk yang gampang hancur sehingga memudahkan proses pemberian pupuk ke tanaman.

Untuk hasil yang maksimal, baiknya pupuk diadaptasikan terlebih dahulu dengan tanah dan tanaman selama 3-7 hari untuk memastikan agar pupuk benar-benar dingin di dalam tanah.

Perbandingan pengaplikasian pupuk ini adalah 1/2 kilogram pupuk organik padat untuk setiap 1 meter persegi lahan.