Apakah kamu tahu bagaimana cara membuat gula semut aren ?? Ehh sebelumnya apa anda sudah tau apa itu gula semut aren? Gula semut bukan berarti gula yang lagi digerudugi semut lho ya. Gula semut merupakan gula yang dibuat dari gula kelapa ataupun nira dengan berbentuk akhir serbuk.

Kalau gula kelapa ngerti nggak? Gula kelapa kalau di Indonesia biasa disebut gula merah atau gula jawa. Merupakan salah satu pemanis alami yang dibuat dari nira pohon kelapa. Nira yang didapat lalu dipanaskan sampai kandungan airnya berkurang dan berubah menjadi kental.

Nira yang sudah mengental setelah lama dipanaskan selanjutnya dicetak menjadi gula kelapa block atau gula semut. Gula kelapa biasa digunakan untuk bahan pembuatan makanan agar memiliki cita rasa karamel dan manis.

Mungkin ditelinga kita, masih kurang familiar dengan gula kelapa dalam bentuk serbuk atau disebut gula semut. Padahal jika kita menggunakan gula semut, akan jauh lebih praktis dari pada menggunakan gula kelapa cetak atau block .

Cara membuat gula semut itu sendiri ternyata ada dua jenis, yaitu yang dibuat dari gula kelapa cetak dan langsung dari nira kelapa. Kamu penasaran bagaimana cara membuat gula semut?

Yuk kita lihat cara membuat gula semut aren.

cara membuat gula semut aren

Cara Membuat Gula Semut Aren

Yang pertama cara membuat gula semut aren, tentu dibutuhkan nira terlebih dahulu. Nira yaitu hasil dari penyadapan tandan bunga jantan. Jika melakukan penyadapan dari tandan bunga betina, hasil nira yang diperoleh bisa jadi tidak memuaskan, entah dari banyaknya maupun kualitasnya.

Tandan dapat kita sadap kurang lebih selama 3-4 bulan, sampai habis atau menjadi kering. Selama penyadapan pada periode tersebut, pada awalnya kita akan memperoleh nira yang sedikit, namun jumlah akan meningkat hingga pertengahan masa sadap.

Sesudah sampai puncak atau pertengahan masa sadap, jumlah nira yang didapatkan menjadi sedikit lagi seperti awal menyadap.

Pohon aren yang subur juga sangat mempengaruhi hasil penyadapan. Jika pohon itu subur, dalam satu pohon dapat menghasilkan beberapa hasil dalam satu waktu. Sehingga pohon yang seperti ini akan sangat menguntungkan karena kita bisa menyadap dengan hasil yang cukup besar dalam sehari.

Selama penyadapan, kita dapat memperoleh 4-5 liter nira, penyadapan dapat dilakukan sebanyak dua kali. Hal ini tergantung dengan kesuburan pohon aren yang disadap.

Persiapan Penyadapan Nira Aren

Sebelum melakukan proses penyadapan, beberapa hal yang harus kita lakukan agar nira dapat memperoleh hasil yang cukup banyak. Persiapan yang harus dilakukan terdiri dari pembersihan tandan dan bunga, serta memukul-mukul tandan

Pembersihan dilakukan ketika kulit bunga jantan belum pecah. Yaitu dengan cara membersihkan ijuk di sekitar tandan, sekaligus menghilangkan dua pelepah daun yang berada diatas dan dibawah tandan bunga. Tujuan pembersihan tandan ini untuk mempermudah saat proses penyadapan.

Setelah sekitar tandan sudah bersih, langkah selanjutnya tandan diayun-ayunkan dan dipukul-pukul supaya nira bisa keluar dengan lancar. Pemukulan dilakukan menggunakan kayu dengan pukulan yang ringan, dan pastikan tandannya tidak sampai rusak.

Pemukulan dilakukan berulang kali selama tiga minggu dengan selang waktu dua hari. Setelah dilakukan pemukulan, untuk melihat apakah bunga jantan sudah menghasilkan nira atau belum, kita bisa melukai atau menoreh tandan tersebut. Kalau ditoreh dan tandan belum mengeluarkan cairan, maka perlu diayun-ayun dan dipukul-pukul lagi.

Tetapi, kalau tandan yang kita lukai sudah mengeluarkan cairan, itu tandanya sudah siap untuk disadap. Kita tinggal memotong saja tandan tepat pada torehan yang dibuat menggunakan sabit atau parang yang tajam.

Selanjutnya, letakkan wadah dari bambu yang dibuat khusus untuk menampung nira tepat di bawah tandan yang sudah dipotong tadi. Atau, bisa juga ujung tandan yang sudah dipotong, dimasukkan sedikit ke dalam mulut bambu.

Setelah itu, ikat bambu menggunakan batang pohon aren atau pangkal tandan agar tidak mudah bergeser dan kuat berada di tempatnya.

Waktu Penyadapan

Lakukan penyadapan dua kali dalam sehari, yaitu pada pagi dan juga sore hari. Jika kita menyadap saat sore hari, maka nira yang diperoleh akan diambil pada pagi hari berikutnya. Dan jika menyadapnya sejak pagi, maka nira yang ditampung diambil saat sore hari.

Setiap kita mengambil nira yang sudah ditampung dalam bambu, tandan yang merupakan tempat keluarnya nira harus diiris tipis. Gunanya perlakuan tersebut adalah agar saluran atau pembuluh kapiler pada tandan menjadi terbuka, sehingga nira akan keluar dengan lancar.

Penyadapan tandan biasanya dapat dilakukan selama 3-4 bulan sampai tandannya habis atau mengering.

Wadah penampung nira sebaiknya menggunakan bumbung yang terbuat dari bambu ori atau bambu petung. Hal ini karena ukuran bambu tersebut lebih besar, sehingga nira yang tertampung juga banyak.

Demikian pembahasan mengenai Cara Membuat Gula Semut Aren Yang Benar Dan Mempunyai Nilai Jual, jika anda tertarik untuk membuat kue mochi bisa anda kepoin artikel lain di website ini. Semoga informasi ini bisa bermanfaat dan berguna untuk menambah wawasan anda mengenai gula semut. Terima kasih.