Berikut akan kami sajikan seputar informasi tentang cara membuat briket arang dari serbuk kayu dan prospek bisnisnya sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.

Limbah serbuk kayu bekas penggergajian pada kayu biasanya akan dibuang begitu saja tanpa ada pembaruan. Karena dianggap sebagai sampah, sudah tidak berguna, dan kadang menimbulkan masalah bagi lingkungan.

Seperti beterbangan ke mana-mana, baunya yang menyengat tajam, bahkan dari bentuknya yang cenderung lancip sehingga dapat melukai berbagai hal yang di dekatnya.

Dengan menggunakannya sebagai bahan baku pembuatan briket arang, limbah serbuk kayu yang tadinya tidak terpakai tadi dapat bermanfaat kembali bagi kelangsungan hidup manusia dan lebih ramah lingkungan.

Dari semua bahan baku untuk pembuatan briket arang yaitu : tempurung kelapa, ampas tebu, serbuk kayu bekas gergaji, arang kayu, kulit durian, lebih banyak dipilih briket arang berbahan dasar tempurung kelapa karena berbagai alasan tertentu.

Cara Membuat Briket Arang dari Serbuk Kayu

Pembuatan briket arang sendiri harus melalui beberapa tahapan agar briket yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik, berikut penjelasannya :

Bahan dan Alat yang diperlukan dalam Cara Membuat Briket Arang dari Serbuk Kayu

  • Bahan Dasar (Limbah Serbuk Kayu).
  • Air.
  • Lem Kanji
  • Tepung Tapioka.
  • Ayak Ukuran 50 mesh sampai 70 mesh.
  • Oven.
  • Mesin Pencetak Briket.

Tahapan Pembuatan

  1. Pemurnian : Tahap ini untuk memastikan bahwa bahan baku sudah siap diolah dan tidak tercampur dengan bahan lainnya. Jika ukurannya besar, maka bahan akan dipotong-potong lebih dulu untuk memudahkan proses pengeringan dan pengarangan.
  2. Pengeringan Bahan Baku : Pengeringan biasanya dilakukan dengan cara dijemur atau dipanaskan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kadar air sehingga proses pembakaran atau pengarangan bisa berlangsung lebih cepat.
  3. Pengarangan (Pyrolyzing) : Ini adalah tahap utama dalam pembuatan briket. Bahan baku yang telah dikeringkan nantinya akan dipanaskan dengan cara dibakar sehingga berubah menjadi arang. Prosesnya bisa dilakukan secara manual, yaitu bahan baku dimasukkan ke dalam tong besi kemudian dibakar hingga berubah warna menjadi hitam.
  4. Pengecilan Ukuran Partikel : Bahan yang sudah dibakar biasanya masih berukuran agak besar dan kasar, karena itu perlu dilakukan pengecilan ukuran partikel dengan cara ditumbuk atau dihaluskan dengan alat khusus.
  5. Pengayakan : Proses ini berfungsi untuk mendapatkan bahan baku dengan ukuran partikel yang seragam. Bila bahan sudah halus dan ukuran tiap partikelnya sama, hal ini akan memudahkan proses pencetakan.
  6. Pencampuran : Bahan baku harus dicampur terlebih dahulu dengan bahan pendukung, misalnya tepung kanji dan air. Tepung di sini berfungsi sebagai lem atau perekat sehingga bahan baku bisa lebih mudah dipadatkan.
  7. Pencetakan Briket : Bahan yang sudah dicampur dengan perekat bisa langsung dicetak dengan cara dipadatkan. Untuk proses ini, bisa menggunakan mesin press khusus briket yang banyak dijual di pasaran.
  8. Pengeringan Akhir : Bahan yang telah dicetak harus dikeringkan sekali lagi untuk menurunkan kadar air di dalamnya. Prosesnya bisa dengan cara dijemur di bawah sinar matahari atau dipanggang dalam oven.

Dari semua bahan-bahan pembentuk briket arang, briket berbahan baku dari limbah serbuk kayu merupakan salah satu yang paling cepat habis terbakar karena sifat alami serbuk kayu yang memang cepat habis terbakar.

Setelah berbagai penjelasan di atas, kami harap sudah dapat dipahami mengenai cara pembuatan sampai peluang bisnisnya sebagai pengganti bahan bakar konvensional yang masih cenderung dipakai kebanyakan masyarakat.

Terimakasih telah membaca artikel kami dan baca juga seputar bentuk usaha lainnya seperti cara beternak kelinci penghasil wol pada halaman kami yang lain.