Cara membuat bibit kelapa – Pembenihan serta pembibitan kelapa dalam dan genjah unggulan harus dilakukan untuk mendapatkan hasil terbaik. Hal ini dilakukan agar biaya yang dikeluarkan untuk pembibitan tidak sia-sia.

Terlebih hal tersebut juga tentunya akan sangat menghemat waktu yang akan terpakai. Bibit yang dihasilkan juga akan mampu bersaing serta akan menjadi pohon yang berproduksi tinggi.

 

Berikut Cara-cara Membuat Bibit Kelapa (Persiapan Awal)

Asal Benih Kelapa

Kriteria benih unggul yang berasal dari  Blok Penghasil Tinggi yaitu memiliki umur tanaman sekitar 15 – 60 tahun. Memiliki pertanaman seragam, luas minimal hamparan 1,5 – 2,0 ha. Memiliki kemampuan minimal produksi per tahun 2,0 ton kopra/Ha. Produktivitas kelapa dalam per tahun >80 butir/pohon atau genjah >100 butir/pohon, tanaman terbebas dari hama/penyakit.

 

Pemilihan Pohon Induk dan Kriteria Benih Kelapa

Tujuan dilakukan seleksi pohon induk adalah mengetahui benih yang berkualitas baik dimana akan menjadi sumber benih. Kategori utama dalam menyeleksi pohon induk yaitu penampilan tumbuhan kelapa baik dan sehat.

Baru kemudian dilanjutkan seleksi mutu benih, pohon kelapa induk yang memiliki memiliki 12 tandan/tahun dengan buah lebih dari 7 butir per tandan, tandan bertangkai pendek serta kekar, jumlah daun lebih dari 29 daun.

Kriteria benih buah kelapa yang baik adalah bebas penyakit dan hama, buah berukuran normal tidak kebesaran atau kekecilan bergantung pada kultivar kelapa.

Buah berbentuk agak bulat atau bulat sepenuhnya, buah telah masak fisiologi ( yaitu pada umur 11-12 bulan) atau secara visual memiliki warna kecoklatan serta licin yang menjadi tanda matang penuh. Memiliki air buah cukup ditandai dengan jika buah dikocok memiliki bunyi nyaring airnya.

Buah kelapa dalam minimal memiliki bobot 1250 gram lebar buah 17 cm panjang 22 cm, serta untuk kelapa genjah minimal 750 gram lebar buah 14 cm, panjang 15 cm, memiliki daya perkecambahan 80% pada 14 minggu didede.

 

Baca: Cara Menanam Kelapa Hasil Terbaik

Persiapan Bedengan Untuk Persemaian Benih Kelapa

Pembenih kelapa dalam atau genjah dimulai dengan membuat bedengan tanah yang digunakan untuk persemaian.

Prosedur membuat bedengan dimulai dari olah tanah dengan cangkul atau mesin bajak kedalaman 30 cm kemudian membersihkan sisa tanamam sebelumnya.

Ukuran bedengan persemaian sebaiknya memiliki lebar sekitar 125-200 cm, tinggi 25 cm dan panjang sesuai kebutuhan atau luas lahan serta antar bedengan berjarak sekitar 40-50 cm.

Campurkan dengan kompos organik jika tanah kandungan bahan organik tanah minim.

Cara-cara Membuat Kelapa (Pembenihan)

Pembibitan Kelapa

Selanjutnya lakukan pembenihan dengan benih kelapa dalam dan genjah yang telah sesuai dengan mutu syarat benih (seperti yang penjelasan sebelumnya).

Dengan melakukan persemaian yang diawali dengan melakukan penyayatan sabut dengan ukuran sayatan 7-10 cm di atas mata, tepatnya di tonjolan sabut bagian yang berhadapan sisi terlebar.

Tujuan sayatan untuk proses penyerapan air menuju dalam sabut berlangsung mudah yang berdampak positif pada lingkungan di sekitar lembaga buah selalu memiliki keadaan lembab atau basah.

Benih kelapa yang sudah disayat, pada 2/3 bagian benih dibenamkan ke tanah pada posisi horizontal (mendatar) serta bagian yang telah disayat sebaiknya dihadapkan ke timur.

Benih memiliki jarak tanam dalam barisan 10 cm serta 15-25 cm antar barisan dan apabila terjadi bersinggungan dapat dilakukan penjarangan.

Setelah persemaian dilakukan adalah dilakukan aktivitas pemeliharaan persemaian benih kelapa tersebut sekitar selama 12-14 minggu berupa pengairan, penyiangan dari gulma, pemupukan, dan pencegahan hama serta penyakit.

Khusus untuk frekuensi pengairan agar tahu kapan waktu yang harus dilakukan penyiraman adalah dengan menekan pada bagian sayatan menggunakan ibu jari.

Jika saat ditekan keluar air menandakan masih basah sehingga tidak perlu dilakukan penyiraman, sedangkan jika air tidak keluar menandakan perlu dilakukan penyiraman karena kondisi tidak lembab lagi.

Jika tunas memiliki tinggi 3-5 cm sebaiknya selanjutnya dipindahkan ke bedeng pembibitan.

 

Baca Juga: Cara Menumbuhkan Tunas Kelapa! Begini Caranya!

Tahap Pembibitan Kelapa

Tahap pembibitan merupakan tempat kelanjutan dari hasil seleksi pertumbuhan benih dari bedeng perbenihan. Sebaiknya benih seleksi dari persemaian dipindahkan ke pembibitan mulai berumur bulan 1 hingga maksimal bulan ke 4.

Metode pembibitan ada 2 cara meliputi pembibitan di bedengan tanah secara langsung tanpa polibag dan pembibitan menggunakan polibag.

Pembibitan di Bedengan Tanah Secara Langsung Tanpa Polybag

Pembibitan di bedengan tanah secara langsung tanpa polybag diawali dengan membuat bedengan.  Cara yang sama seperti membuat bedengan untuk perbenihan perlu dilakukan pembuatan parit drainase antar bedengan. Parit drainasi tersebut lebarnya 60 cm pada tipe tanah ringan atau lebarnya 80 cm pada tipe tanah berat.

Selain itu melakukan penanaman benih hingga tunas berada kurang lebih 2 cm pada permukaan tanah dengan tunas mengarah Timur. Jarak tanam benih kelapa terseleksi yang ditanam pada bedeng pembibitan adalah jarak tanam segitiga sama sisi ukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm.

Kelebihan sistem ini menurut petani adalah tidak terlalu repot dalam memindahkan benih. Hal itu karena bedeng pembenihan dapat digunakan sekaligus bedeng perbibitan hanya dengan mengatur jarak tanam.

Jarak yang lebih rapat saat persemaian perbenihan kemudian saat umur pembibitan adalah mengatur (menjarangkan) jarak tanam yang sesuai dengan ketentuan sehingga pada benih yang tidak masuk dalam kriteria seleksi tinggal mengganti dengan benih kelapa yang sesuai mutu seleksi.

Pemeliharaan Bibit

Tahapan yang tak kalah penting dalam pembibitan kelapa menggunakan polibag atau pembibitan di bedengan tanah secara langsung tanpa polybag adalah pemeliharaan.

Pemeliharaan bibit kelapa yaitu meliputi pengairan, penyiangan gulma, pengendalian hama penyakit dan pemupukan.

Penyiraman dilakukan jika tidak ada hujan terlebih pada musim kemarau sehingga jika terjadi hujan lebih baik tidak melakukan penyiraman bibit  kelapa.

Teknis penyiraman yaitu pada umur bibit kelapa 1-3 bulan dilakukan penyiraman volume 1 liter/polibag/2 hari. Sedangkan umur bibit kelapa 4-6 bulan dilakukan penyiraman volume 6 liter/kantong/hari.

Penyiangan gulma yang tumbuh dilakukan setiap 4 minggu sekali dengan mencabut menggunakan tangan.  Pada pembibitan di tanah bedengan tanpa menggunakan polibag lebih efektif dengan menggunakan herbisida.

Hama dan penyakit tanaman dilakukan pengendalian rutin dengan memakai insektisida dan fungisida setiap bulan.

Demikian dengan pemupukan dapat menggunakan pupuk organik, kompos kandang, SP-36, Urea, serta KCl Sesuai dosis takaran yang diperlukan.

Berikut adalah cara membuat bibit kelapa berkualitas unggul jempolan. Semoga dapat membantu bisnis usaha anda!